Jumat, 01 Agustus 2014

Berhenti Disini

By: Reny

Langkah kakiku kini benar-benar tak menentu
Semuanya berubah seketika
Tanpa arah dan tujuan
Dulu langkah yang pernah aku rangkai
Seketika hancur
Inilah nasib yang harus aku jalani
Kini langkahku berhenti disini
Entah apa yang akan aku pilih untuk merangkainya lagi
Semua lepas dari kendali anganku
Aku hanya tak bisa egois untuk ini
Walau pada akhirnya, aku menjadi korban keegoisan mereka
Allah
Semuanya aku serahkan padaMu
Aku yakin ini semua skenario yg paling tepat untuk aku jalani
Aku yakin mungkin inillah langkah sesungguhnya dalam menggapai impianku
Tak harus semua sesuai rancanganku
Karena kuyakin rancanganmu sangtalah terbaik untukku

Kamis, 31 Juli 2014

Aku Hadir Karena Takdir

By: Reny

Seberapa pentingnyakah aku dalam hidupmu
Atau seberapa menganggunyakah aku dalam hidupmu
Keberadaanku seolah-olah telah membuatmu begitu menderita
Sehingga apapun yang aku lakukan, kau selalu menatapnya dengan kesinisanmu
Tak pernah kau peduli semua keikhlasan yang aku perbuat
Semua seolah-olah hanya menambah kebencianmu
Apakah aku dimatamu berada ditempat yang salah, menyebabkan semua yang mestinya kau miliki harus terenggut olehku
Tak pernah sedikitpun bagiku menciptakan ruang persaingan antara kita
Tak pernah sedikitpun aku ingin merebutnya
Aku hanya hadir karena takdir

Penghujung

Rasanya jalan ini akan begitu panjang
Entah kapan akan menemukan ujungnya
Terkadang aku begitu lelah menantikan penghujung
Terkadang aku ingin berhenti
Namun, angan-anganku tetap terus menghantuiku
Menjanjikan penghujung yang indah untuk semua mimpi-mimpiku
Terlalu serakahkah aku dengan impian ini?
Hanya satu alasanku,
Aku hanya tak ingin menyesali semuanya
Saat aku menyerah, saat aku masih mampu memperjuangkannya

Aku berjanji, aku akan berjuang bersama mimpi-mimpiku
Walaupun pada akhirnya mungkin saja ada kebahagian yang akan aku lewatkan
Aku berjanji, takkan menyesali untuk semua itu

Rabu, 30 Juli 2014

BuBar SMANSA 2010

Kemarin, tepatnya tanggal 26 Juli 2014, untuk pertama kalinya aku datang dan berpartisipasi buat ngabisin makanan diacara bubar SMANSA Muara Enim angkatan 2010. Tidak ada yang terlalu istimewa, hanya saja ini hal yang pertama aku ikuti setelah empat tahun kelulusan kami dari SMA tercinta ini.

Disini kami saling sapa, sekedar say hello dengan teman-teman lama, bagiku saja. Bagi yang lain, Say hello dengan sang mantan, bagi yang masih akur atau hanya sekedar lirik lirikan bagi yang masih bermasalah, mungkin saja. Haha.

Disini aku melihat semua perubahan mereka. Dulunya gendut, sekarang langsing, dulunya kurus, sekarang gendut, dulunya syar'i sekarang sedikit ada pemangkasan dasar, dulunya biasa-biasa saja, sekarang sudah mawadah waramah, eitss..dikiranya acara kawinan.haha.

Sedikit banyak begitulah gambarannya, oh ya ada satu yang terlewatkan olehku, dulunya bukan perokok, sekarang sudah pandai dia memainkan asap dari benda yang kubenci itu. Dunia..dunia..sebegitu cepatnyakah kau mengubah seseorang ???

Namun dari sekian perubahan itu, ada satu kisah yang ternyata baru kuketahui, tetap sama seperti dulu, tak berubah.

CINTA...
Akhhh...bagiku ini mungkin bahasan yang basi untuk aku bicarakan disaat umurku sudah bermain-main dengan kepala dua, maksudnya 20an lebih, jangan mikir yang enggak-enggak :(

Yahhh...ada satu kisah di masa SMA dan sampe saat ini masih bertahan. Dia temanku, dia juga sering cerita tentang orang yang sampai kini tetap ada dihatinya. Sedikit banyaklah, aku tahu kisah kisah anehnya antara dia dan dia. Namun hanya saja aku tak habis pikir, ternyata move on tuh, tak semudah dalam benakku. Apalagi dengan latar belakang hubungan mereka, kandasnya kisah kasih disekolah mereka, ternyata eh ternyata belum move on juga. Weleh...weleh...

Kisah tambahan dari bubar ini adalah bahwa dulu yang kukira, kami kira, akan bertahan sampe ke panggung kawinan, jeng..jeng..putus juga di tengah-tengah jalan dan tak ada satupun yang bertahan dari sekian banyak kisah kasih di sekolah yang menjamurnya saat naek kelas tiga, yang hobinya aku teriakin biar masuk ke asrama karena malem udah malem banget, yang dulunya udah nempel kayak perangko pakek lem pipa. Yahhh...akhir cerita, semuanya kandas juga. Tapi jangan pernah tanya ke aku karena apa, karena aku juga ingin bertanya kenapa pada mereka. Mungkin ada yang jawab, LDR nya, mungkin juga karena ada yang lebih cling, ada yang lebih mapan, ada yang lebih menjanjikan, atau ada-ada yang lainnya. Hanya mereka yang tahu dan Tuhan yang tahu. Haha.

Senin, 30 Juni 2014

Aku Ingin Bicara

By: Reny

Aku harus bicara apa
Saat aku ingin berteriak namun takkan ada yg mendengar
Aku harus bicara apa
Saat aku ingin mengungkapkanya namun semua akan menjadi tak baik

Aku ingin sepolos anak kecil
Berbicara seperti apa yang mereka pikirkan
Aku ingin seperti anak kecil
Melakukan semua tanpa memikirkannya

Aku hanya ingin bicara
Bicara tanpa ada yang berubah
Bicara tanpa ada yang menjadi tak baik
Namun, hanya angin yang ada di sekelilingku
Mendengar bicaraku, mendengar teriakanku, mendengar jeritanku, mendengar tangisku
Hanya angin yang mau mendengar semuanya tanpa ada yang berubah
Mendengarku dengan apa adanya
Tanpa topeng
Tanpa sandiwara
Karena kau, dia, mereka dan kalian semuanya
Takkan sanggup melihat aku dengan semua yang ada padaku
Dan bahkan takkan mau tau apa yang ingin aku bicarakan
Takkan mau tahu apa yang aku teriakkan
Dan takkan mau tahu apa yang aku jeritkan


Minggu, 08 Juni 2014

Aku Telah Terbiasa

By : Reny

Jika suatu saat kau juga pergi
Aku takkan pernah menyesalinya
Aku telah terbiasa ditinggalkan
Aku telah terbiasa dilupakan

Jika suatu saat kau lupakan tentang janji-janjimu
Aku takkan marah
Aku telah terbiasa ditinggalkan
Aku telah terbiasa dilupakan

Jika suatu saat aku sendiri
Aku takkan sedih
Aku telah terbiasa ditinggalkan
Aku telah terbiasa dilupakan

Jika harinya tiba
Jika itu menjadi keputusanmu
Aku takkan melarangmu
Karena aku telah terbiasa melerakan 
Karena aku telah terbiasa hanya mampu terdiam

Jika semuanya pergi
Aku telah terbiasa
Duduk di sudut sana
Menulis tentang kisah kita
Menangis dalam diam
Mengukir senyum dalam tangis
Aku telah terbiasa
Ya, aku telah terbiasa

Aku telah terbiasa menangis di tengah hujan
Tertawa diantara deru angin
Aku telah terbiasa untuk tidak dilihat lagi
Ya, aku telah terbiasa

Pergilah jika kau ingin pergi
Jangan kau tinggalkan wajah sendumu untukku
Aku telah terbiasa
Ya, aku telah terbiasa

Sabtu, 07 Juni 2014

Aku Dengan Senyumanku Untukmu.

By: Reny

Kau hanya melihatku dikeegoisanku
Kau hanya melihatku dimarahku
Kau hanya melihatku dikelalaianku
Kau hanya melihatku diketidaksempurnaanku

Pernahkah kau melihatku disenyumku untukmu
Pernahkah kau melihatku ditawaku untukmu
Pernahkah kau melihatku dikepedulianku untukmu
Pernahkah kau melihatku dicandaku untukmu
Pernahkah kau melihatku ditangisku untukmu
Pernahkah kau melihatku dido'aku untukmu
Pernahkah kau melihatku disemua keadaanku untukmu

Aku mencintaimu, sungguh
Semua dari hatiku yang terdalam
Aku menyanyangimu, sungguh
Semua dari hatiku yang terdalam

Namun, aku juga hanyalah manusia biasa,
Saat selalu kau palingkan wajahmu dariku
Saat kau abaikan apapun dariku untukmu
Saat yang hanya kau lihat kelemahanku
Saat yang hanya kau lihat kebodohanku
Semuanya mungkin akan mengikis hati ini
Aku tak menginginkanya,
Namun aku terlalu lemah untuk terus bertahan
disisa akhir pertahanan hatiku
kumeminta padamu, lihatlah aku dengan senyumanku untukmu.