Tampilkan postingan dengan label nasehat kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat kecil. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Agustus 2016

Masa Lalu

Berhentilah memikirkan masa lalumu
Walau semua mengubah segalanya
Tapi semuanya punya makna masing-masing


Cintailah hidupmu saat ini
Jalanilah dengan semangatmu
Lakukanlah yang terbaik untuk semua mimpimu
Semuanya itu akan membantumu untuk ikhlas dengan yang telah berlalu


Ukirlah kisah hidupmu sesuai anganmu
Melangkahlah terus
Jikalaupun terjatuh, bangkitlah kembali
Hingga kau akan menemukan dirimu diantara dua keadaan
Benar-benar jatuh dan tak bisa berdiri lagi
Atau
Berada di puncak semua mimpi dan angan-anganmu


Jika kau tak pernah melangkah
Kau akan hanya jadi penonton
Melangkahlah dan jadikanlah orang lain melihatmu sukses dengan mimpimu

Senin, 02 Juni 2014

Aku Mengerti Aku

semua yang terjadi di usiaku yang sudah kepala dua ini benar-benar membuatku mengenal dunia ini sebenarnya apa, bagaimana dan rasanya apa? walaupun mungkin sesungguhnya belum sepenuhnya aku kenal, namun setidaknya semua yang kualami sejak aku menginjakkan kakiku di bangku kuliah, begitu banyak pelajaran yang aku dapatkan.

kesedihan, hura-hura, kesenangan, keegoisan, kemarahan, kehinaan, semangat, keterpurukan, kemalasan, kesederhanan, kemiskinan, kekayaan, persahabatan, kemunafikan, pertopengan, tawa, canda, takdir, kecewa, bahagia, syukur, ikhlas dn kesabaran. kenapa aku letakkan ikhlas dan kesabaran di akhir semua rasa yang sebenarnya masih banyak lagi, karena semuanya memang berakhir dengan kata tersebut "ikhlas dan sabar".

ikhlas dan sabar menjadi kata paling pokok dan paling penting yang telah aku pelajari. kedua kata inilah yang membuatku tahu apa sebenarnya dewasa itu. apa rasanya, bagaimana menjalaninya, kapan harus ada, di mana aku menempatkanya, siapa yang mengajarkannya, dan mengapa kedua kata itu begitu bermakna?

tak kupungkiri lagi, aku lebih merasa nyaman, saat aku tak tahu apa itu dewasa. karena saat aku mengenalnya, semuanya berubah rasa, tampak manis, ternyata pahit, tampak indah ternyata menyakitkan, tampak bahagia ternyata hanyalah keegoisan, tampak baik, ternyata kemunafikan.

tapi waktu terus berjalan, aku takkan pernah bisa lari dari kenyataan, bahwa aku haruslah dewasa dalam segala hal. dalam pandangan hidup, dalam berteman, dalam menentukan tujuan, pokoknya dalam segala hal. berat namun itulah kenyataan.

"rupa-rupa warna kehidupan ini, nikmati sajalah". nasehat kecil hatiku. karena setiap rintangan yang telah kita lalui, baru akan terasa indahnya saat kita mau menerimanya sebagai riak-riak kehidupan. masalah itu akan terasa ringan setelah kita lalui, kita akan sadar ternyata "tak seberapa berat kok masalahku yang lalu".

saat masalah datang, terlalu sering hati ini ingin menjerit sekuat-kuatnya, ingin sekali melambaikan tangan tanda menyerah, namun cobalah dengar kata hati kecilmu, kata hati kecilku sering berkata,

"nasibmu tinggal selangkah lagi kok, bertahanlah, atau kau akan menyesal saat kau menyerah dengan semua kedaan ini",

 "di luar sana, masih banyak yang ingin berjuang, namun tak ada kesempatan, jadi manfaatkanlah kesempatan yang ada, selagi kau masih mampu memilkinya"

memang berat, bahkan aku juga sering merasa, "akulah yang paling menderita, akulah yang paling banyak masalah, aku lah yang paling mendapatkan kehidupan yang tak adil"
semuanya..akulah...
saat ada rasa tersebut, cobalah melihat ke bawah, jangan kau dongakkan kepalamu, lihatlah di bawahmu, masih banyak mereka yang lebih jauh menderita dari dirimu. jauh lebih berada di zona yang tak nyaman sama sekali, namun mereka terus berjuang, terus melangkahkan kakinya, walau terseok-seok, namun mereka tetap optimis.

"kenapa aku tak bisa ?"

apa yang terjadi pada dirimu, hanya kau yang tahu, apa yang kau butuhkan hanya kau yang tahu. motivasi dari orang sekitar, hanya kau yang tau, mau menerimanya atau malah justru menjadi keterpurukanmu. semuanya hanya kau yang tau yang lain hanyalah penyokong sedanya saja.

jadi, kumantapkan hatiku, kukencangkan ikat kepalaku, kuatur langkahku, kufokuskan tujuanku, kutempatkan mataku untuk melihat ke atas atau kebawah, ke samping, ke depan atau ke belakang, pada waktu yang tepat. karena hanyalah aku yang tahu tentang siapa aku, apa yang aku butuhkan, bagaimana aku, kapan untukku, mengapa aku.

Sabtu, 08 Juni 2013

Belajar Melupakan

Dulu yang aku tahu hanyalah belajar dalam mengingat.. Mengingat nama orang, mengingat wajah seseorang, mengingat pelajaran dan sebagainya, tapi seiring berjalannya waktu, baru kusadari dan kutahu, bahwa dalam hidup ini tidak selamanya kita harus belajar mengingat, ada kalanya kita harus belajar melupakan.

Yah...akhir-akhir ini, aku mendapatkan ilham tersebut. hehe
bahwa semua yang ada itu memang tercipta menjadi dua sisi, ada sisi yang harus kita ingat dan sisi yang harus kita lupakan.

Dan belajar melupakan itu bukanlah sesuatu yang mudah, ternyata.
Makanya dia juga bisa disebut bagian dari belajar. kita harus dapat belajar melupakan sesuatu yang harus kita lupakan daripada kita harus terus merasakan kesedihan atau kesalahan. Tapi, ternyata melupakan terkadang lebih sulit daripada mengingat.


Selasa, 23 April 2013

Semakin membaca, semakin bodoh


apakah kalian suka buku?
atau kalian suka membaca?
atau buku dan membaca itu sebenarnya sama saja?

hehe..
bingung?

apalagi saya?


Tapi apapun itu, jika kalian tidak suka membaca, cobalah untuk menyukainya. Bagi yang memang suka membaca, perluas lagi bacaan kalian.

Bukan maksud untuk sok pintar atau  segala jenis sok lainnya. Semakin kau banyak membaca maka kau akan semakin sadar betapa bodohnya dirimu. Itulah nasehat ibuku yang paling aku ingat. 

Nasehat itu ternyata tak sekedar nasehat kosong dari sekian orang yang telah aku nilai berkompenten dibidangnya, mengucapkan kalimat itu kembali secara berulang. Memang benar kok, bacalah dan kau akan tahu kebodohanmu. Jadi hanya orang yang mau merugi yang tidak mau membaca. Dengan membaca, kau akan tahu betapa luasnya dunia ini, dengan membaca kau akan tahu betapa luasnya jagad raya ini, dengan membaca kau akan tahu betapa luasnya ilmu pengetahuan ini dan dengan membaca kau akan semakin memahami untuk apa kau diciptakan oleh Allah SWT.

Akhir-akhir ini aku telah tersadarkan lagi akan kelalaianku. Sadarnyapun karena itu tadi, membaca. Tidak ada yang sia-sia jika mau membaca. Bacalah apa saja yang ingin kau baca. Itu saja kok.

Nah, bagi kamu yang awalnya tidak suka membaca, mulailah dengan membaca apa saja yang kau sukai, apa saja yang kau minati, tidak harus membaca buku-buku yang sangking tebalnya, bantal aja kalah. Haha. Jika kau mulainya dari sekarang maka manfaatnya akan terbukti.

Bisa jadi kau mulai membaca tulisan-tulisan yang ada di pagar rumah tetangga, tulisan-tulisan yang ada di mobil-mobil lewat. Tapi tetap selektif itu harus dimiliki. Selektiflah dalam membaca, carilah yang kira-kira memang akan beermanfaat bagi dirimu, dia, dan semuanya. Kira-kira aja, kalo nggak bermanfaat, buat apa dibaca, apalagi kalau justru merugikan.

Yang perlu diingat, tidak harus bacaannya ilmiah-ilmiah melulu yang bahasanya mesti buka kamus ratusan kali, yang istilahnya baru sekali seumur hidup bacanya, hehe, karya fiksi itu juga bermanfaat kok, majalah, artikel, komik dan lain-lain,pokoknya mulailah dari sesuatu yang membuatmu berminat. Jangan sampai baru liat bukunya aja kamu sudah menguap puluhan kali, apalagi kalau buka halaman pertamanya justru  membuatmu bermimpi indah. Haha. Jadi yang santai-santai saja, nggak harus selalu serius kok.

Selasa, 16 April 2013

Rasa iri



Rasa iri itu terkadang terlalu erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Rasa itu memang salah dan sangat tidak dianjurkan oleh nabi Muhammad saw. Tapi, menurutku, selagi iri itu tidak merugikan atau justru pemicu semangat untuk lebih baik, itu tidak masalah.

Maksudnya, boleh saja kita punya rasa iri diawal kita melihat sesuatu yang belum bisa kita punyai atau belum bisa kita gapai. Tapi, kelolalah rasa iri itu menjadi sebuahpemicu timbulnya api semangatmu agar kamu mau berubah menjadi orang yang rajin dan tekun dalam menggapai keinginan dan cita-citamu.

Bersikaplah dengan tidak selalu menyalahkan keadaan, agar tantangsn yang sipa menghadang kita itu menjadi terlihat begitu kecil dan mudah.