Sabtu, 09 November 2013

Kamu Bidadariku

kamu
ya...kamu yang selalu ada di hatiku
takkan pernah lekang oleh waktu
walau kau pernah melukiskan luka di hati ini
namun kau jugalah pelukis terindah di hati ini
walau kita takkan bertemu lagi
tapi hati ini tetap terukir namamu

kamu
ya...kamu yang selalu kurindu
kamu yang selalu terselip dalam do'a panjangku
kamu yang mengalir bersama tetesan air mataku
kamu yang ada disetiap ingatanku

kamu
ya...kamu yang takkan terlupakan
kini semua memang berbeda
tapi rasa yang pernah ada tak pernah padam
bahkan kian berjalannya waktu
aku semakin menyuburkan rasa cinta itu

lewat sepertiga malamku
kusapa tentangmu
lewat alunan ayat suci
kusapa wajahmu

kamu
ya...kamu
bidadari dunia yang begitu cantik dengan rasa kasih tulusmu
bidadari dunia yang begitu anggun dengan kasih sayangmu

Sabtu, 28 September 2013

Surat Rahasiaku

Kau tahu???
aku suka kau yang seperti saat ini. Rasanya, kau benar-benar seperti sahabatku. Beban rasa bersalahku terhadapmu atas rasa yang pernah kau punyai untukku, kini terasa jauh lebih ringan dan nyaman.

Entah kau masih mempunyainya atau tidak, tapi mendengar penuturanmu malam ini, membuatku benar-benar jauh merasa lebih lega.

Aku selalu berharap, rasa seperti inilah yang ingin aku rasakan terhadapmu. Kau sadar ataupun tidak, rasa suka yang pernah kau ungkapkan kepadaku, membuatku benar-benar merasa berat. karena aku tahu, akupun bersalah telah memberikan ruang agar kau menyukai sosokku yang begitu kerdil ini.

Tapi malam ini, kau telah begitu membantu hatiku untuk merasakan rasa persahabatn yang benar-benar aku inginkan. Inilah yang selama ini aku impikan.

Akhirnya kaupun menyadari apa yang selama ini yang ingin aku coba isyaratkan kepadamu. Sebenarnya kau tak sepenuhnya bersalah, akupun ikut bersalah karena membuatmu dan memberikan peluang untukmu agar melakukan kesalahan itu.

Terima kasih, Allah masih menyanyngiku dan dirimu.
Semoga kita selalu dapat bersahabat.

Sahabatku.

Kamis, 04 Juli 2013

Bertemu Karena Allah dan Berpisah Karena Allah

By : Reny


Sahabat
aku tak butuh kekayaanmu
aku tak butuh harta yang berlimpah darimu
aku juga tak pernah butuh janji-janjimu

Sahabat
yang aku butuhkan adalah kehadiranmu di sisiku
rasa sayangmu kepadaku
rasa pedulimu kepadaku
pekanya hatimu terhadapku

Sahabat
dunia boleh saja terus menyakitiku
asalkan kau tetap tersenyum padaku
asalkan kau berkata 'baik-baik saja' untukku
 itulah yang aku butuhkan

Sahabat
aku ingin kita benar-benar saling mencintai karena-Nya
aku ingin ketulusan kita berlandaskan cinta-Nya
aku ingin kebersamaan kita karena ridha-Nya

karena itulah yang akan membuat hati ini damai

Sahabat
tak ada setiap detik tanpa perencanaan dari-Nya
begitupun pertemuan diantara kita

Sahabat
mungkin aku memang terlahir menjadi manusia yang terlalu ego
namun karena kesabaranmulah yang dapat mendidiku untuk belajar batas-batasnya.

Sahabat
ku harap kita bersua karena allah
dan berpisahpun karena allah

Bagian Isi yang Tak Sama

kekecewaan yang paling berat, saat orang yang kita sayangi justru menyakiti hati kita
saat kita percaya dialah yang mampu mengerti kita, justru berbalik menjadi tak kenal dengan kita.

terlalu banyak berharap dan dikecewakan itulah konsekuensi yang harus diterima saat kita berharap pada manusia.

berbilang hari, bulan bahkan tahun telah dilewati bersama, tak menutup kemungkinan dia tetap menjadi orang yang paling sering menyakiti kita.

kebersamaan yang lalu, tak juga menutup kemungkinan menjadi kemarau panjang yang dihapus oleh hujan sehari.

berusaha memberikan yang terbaik, justru menjadi cambuk bagi kita.
dan itu sangat menyakitkan.

karena waktu membuat semuanya semakin jelas jalan yang  dipilih
kebersamaan yang terjadi hanya sebatas halaman depan saja.
oleh karena itu, terlalu sulit untuk saling melengkapi di bagian isi.
sisi yang ingin dia tulis dan sisi yang ingin kau gambarkan, benar-benar sesuatu yang berbeda.

mungkin awalnya kau selalu paksakan untuk tetap sama walaupun  terpaksa menutup mata dan telinga dari tangisan hati yang sering teriris

kita memang tak pernah ingin bagian penutup dari buku persahabatan berakhir dengan saling menyakiti seperti.

berusaha tegar dan selalu berusaha menyalahkan diri sendiri dan mungkin  menggambarkan ego yang terlalu besar sehingga menutup keberadaan dirinya.

tapi akan terasa sangat berat jika hanya salah satu dari kita yang menyadarinya.
sedangkan dia hanya pandai diam dan menyalahkan semuanya.

rasanya akan tambah sakit, saat dia berubah.
saat dia telah punya banyak yang baru di antara kau dan dia, maka dia tak membutuhkanmu lagi
saat itulah kau tak lagi termasuk bagian penting dalam catatannya yang harus dipertahankan
karena posisimu telah dapat dia pilih siapa saja yang dapat menggantikanmu

itulah bagian yang menyakitkan.
dibuang saat kau ingin tetap mempertahankanya.

andai dia bukan orang yang kau sayangi, mungkin rasanya takkan sesakit yang kau rasakan saat ini,
tapi karena dia telah menjadi bagian terpenting dalam catatanmu
dalam catatan yang ingin selalu kau sayangi dan ingin selalu kau perhatikan
maka rasanya akan sangat sembilu yang menyayat hingga begitu perih

dan juga 
kau terlalu hidup di dunia khayal yang terlalu tinggi
hingga saat kau jatuh, menerima kenyataan yang tak seperti kau bayangkan...
jatuhnya menjadi terlalu dalam, membekas entah kapan akan hilang

itulah gambaran rasa dikhianati oleh orang yang kau sayangi dan kau percaya
dan dibuang oleh orang yang sangat kau pedulikan
dan ditinggalkan oleh orang yang selalu kau temani disetiap sisi kehidupan sifatnya.

kau telah tergantikan
itulah kenyataannya
terimalah dan jadikan pelajaran untukmu

biarkan waktu yang menyadarkan dia atau dia tak kan pernah sadar,
biarlah angin yang membawanya
dan luapkanlah luka hatimu pada embun di pagi hari yang akan menguap di siang hari

sakit dan pedih, jadikan saja warna yang indah diharimu
akan ada mereka yang memang pantas menerima ketulusanmu
dan tidak akan meninggalkanmu 

Kamis, 13 Juni 2013

Do'aku malam ini

By : Reny

kelamnya kehidupan yang menyelimuti duniaku
mendungnya awan yang semakin menghitam di teriknya siang
bintang yang kian meredup di kala gelap menghampiri
dan anginpun mulai melemah di kala senja menemani

Ku sadari semua, aku hanyalah makhluk yang lemah
yang sering lalai dalam mengingatMu
terlampau sering melampau garis yang menyelamatkanku
hingga terlalu sering ku buta di kala malam datang

ya Allah, aku tak pernah tau
seberapa gelap kehidupan ini akan terus menyelimutiku
aku tak pernah tau,
seberapa kuat petir dibalik awan akan menghatamku

aku hanya berdo'a untuk semua ini
semoga hati ini tetap mampu mengukir senyum dihari-hariku

aku berdo'a,
semoga Engkau selalu melimpahkan ketenangan untuk damainya hati ini
agar aku tak terlalu dalam saat terjatuh
agar aku tak terlalu buta saat malam tanpa bintang menghampiriku




Sabtu, 08 Juni 2013

Belajar Melupakan

Dulu yang aku tahu hanyalah belajar dalam mengingat.. Mengingat nama orang, mengingat wajah seseorang, mengingat pelajaran dan sebagainya, tapi seiring berjalannya waktu, baru kusadari dan kutahu, bahwa dalam hidup ini tidak selamanya kita harus belajar mengingat, ada kalanya kita harus belajar melupakan.

Yah...akhir-akhir ini, aku mendapatkan ilham tersebut. hehe
bahwa semua yang ada itu memang tercipta menjadi dua sisi, ada sisi yang harus kita ingat dan sisi yang harus kita lupakan.

Dan belajar melupakan itu bukanlah sesuatu yang mudah, ternyata.
Makanya dia juga bisa disebut bagian dari belajar. kita harus dapat belajar melupakan sesuatu yang harus kita lupakan daripada kita harus terus merasakan kesedihan atau kesalahan. Tapi, ternyata melupakan terkadang lebih sulit daripada mengingat.


Kutitip Hatiku, Allah

kuterbangun di sela-sela kesunyian
kubasuh raga ini dengan air suciMu
berharap pengampunan yang tiada henti akan terus Kau curahkan untukku

terkadang diri ini terlalu mencintai dunia fana ini
melupakan akhirat yang akan kekal yang sedang menantiku

Allah, bibir ini menyenandungkan namaMu
menyelaraskan hatiku dengan tingkahku

kuberjuang melawan egonya manusia
berharap akan rahmat dariMu

Allah, dipenghujung malamku yang sepi ini
kutitip hati ini kepadaMu
kuserahkan semua ruang hatiku untukMu
berharap Engkau menjaganya untuk orang-orang yang kau pilih

Allah, hati ini telah terlalu lama membias
karena aku tak pandai dalam menjaga hati ini
terlalu banyak aku tenggelamkan kekubangan yang begitu kotor

Allah, jika suatu sat ada yang datang kepadaku
aku serahkan semuanya padaMu...
karena aku tak pandai dalam memilih
hanya Engkaulah yang maha pandai dalam memutuskan sesuatu

biarkanlah dia menjemput hati ini bukan pada diri ini
kuserahkan dia untuk menjemput hati ini yang ada dalam genggamanMu.

Allah, aku mencintaiMu