semua yang terjadi di usiaku yang sudah kepala dua ini benar-benar membuatku mengenal dunia ini sebenarnya apa, bagaimana dan rasanya apa? walaupun mungkin sesungguhnya belum sepenuhnya aku kenal, namun setidaknya semua yang kualami sejak aku menginjakkan kakiku di bangku kuliah, begitu banyak pelajaran yang aku dapatkan.
kesedihan, hura-hura, kesenangan, keegoisan, kemarahan, kehinaan, semangat, keterpurukan, kemalasan, kesederhanan, kemiskinan, kekayaan, persahabatan, kemunafikan, pertopengan, tawa, canda, takdir, kecewa, bahagia, syukur, ikhlas dn kesabaran. kenapa aku letakkan ikhlas dan kesabaran di akhir semua rasa yang sebenarnya masih banyak lagi, karena semuanya memang berakhir dengan kata tersebut "ikhlas dan sabar".
ikhlas dan sabar menjadi kata paling pokok dan paling penting yang telah aku pelajari. kedua kata inilah yang membuatku tahu apa sebenarnya dewasa itu. apa rasanya, bagaimana menjalaninya, kapan harus ada, di mana aku menempatkanya, siapa yang mengajarkannya, dan mengapa kedua kata itu begitu bermakna?
tak kupungkiri lagi, aku lebih merasa nyaman, saat aku tak tahu apa itu dewasa. karena saat aku mengenalnya, semuanya berubah rasa, tampak manis, ternyata pahit, tampak indah ternyata menyakitkan, tampak bahagia ternyata hanyalah keegoisan, tampak baik, ternyata kemunafikan.
tapi waktu terus berjalan, aku takkan pernah bisa lari dari kenyataan, bahwa aku haruslah dewasa dalam segala hal. dalam pandangan hidup, dalam berteman, dalam menentukan tujuan, pokoknya dalam segala hal. berat namun itulah kenyataan.
"rupa-rupa warna kehidupan ini, nikmati sajalah". nasehat kecil hatiku. karena setiap rintangan yang telah kita lalui, baru akan terasa indahnya saat kita mau menerimanya sebagai riak-riak kehidupan. masalah itu akan terasa ringan setelah kita lalui, kita akan sadar ternyata "tak seberapa berat kok masalahku yang lalu".
saat masalah datang, terlalu sering hati ini ingin menjerit sekuat-kuatnya, ingin sekali melambaikan tangan tanda menyerah, namun cobalah dengar kata hati kecilmu, kata hati kecilku sering berkata,
"nasibmu tinggal selangkah lagi kok, bertahanlah, atau kau akan menyesal saat kau menyerah dengan semua kedaan ini",
"di luar sana, masih banyak yang ingin berjuang, namun tak ada kesempatan, jadi manfaatkanlah kesempatan yang ada, selagi kau masih mampu memilkinya"
memang berat, bahkan aku juga sering merasa, "akulah yang paling menderita, akulah yang paling banyak masalah, aku lah yang paling mendapatkan kehidupan yang tak adil"
semuanya..akulah...
saat ada rasa tersebut, cobalah melihat ke bawah, jangan kau dongakkan kepalamu, lihatlah di bawahmu, masih banyak mereka yang lebih jauh menderita dari dirimu. jauh lebih berada di zona yang tak nyaman sama sekali, namun mereka terus berjuang, terus melangkahkan kakinya, walau terseok-seok, namun mereka tetap optimis.
"kenapa aku tak bisa ?"
apa yang terjadi pada dirimu, hanya kau yang tahu, apa yang kau butuhkan hanya kau yang tahu. motivasi dari orang sekitar, hanya kau yang tau, mau menerimanya atau malah justru menjadi keterpurukanmu. semuanya hanya kau yang tau yang lain hanyalah penyokong sedanya saja.
jadi, kumantapkan hatiku, kukencangkan ikat kepalaku, kuatur langkahku, kufokuskan tujuanku, kutempatkan mataku untuk melihat ke atas atau kebawah, ke samping, ke depan atau ke belakang, pada waktu yang tepat. karena hanyalah aku yang tahu tentang siapa aku, apa yang aku butuhkan, bagaimana aku, kapan untukku, mengapa aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar