Selasa, 15 November 2016

Pangeran Khayalanku (5)

Rinjani menatap kosong layar laptop di depannya yang juga menampilkan layar putih kosong. Pikiran Rinjani kembali kepada sahabatnya, Ririn. Rasanya dia begitu rindu dengan ririn yang dulu, menggemaskan dengan segala ceritanya yang tak hentinya dan tak pernah ada habisnya. Dia yakin pasti ada masalah yang begitu pelik yang sedang di hadapi oleh ririn. Hanya saja rinjani tak menyangka masalah tersebut benar-benar bisa membuat sahabatnya itu berubah 180 derajat dari biasanya. Rinjani dan Ririn sebenarnya sudah lama saling kenal, mereka tak hanya bersahabat sejak SMA, mereka telah bersahabat sejak SMP. 

Ririn bagi rinjani adalah sosok yang penuh keceriaan. Tidak ada masalah apapun yang bisa membuatnya murung. Rinrin tampak simbol keceriaan di manapun dia berada. Hingga Rinjani percaya, semua bagian hidup Ririn selalu menyenangkan, sisi kesedihan dihatinya tak mendapatkan ruang sedikitpun. Dan hari ini, Rinjani benar-benar tak percaya, semua senyum ceria yang selalu melekat di bibir merah Ririn dan semua tawa riangnya seakan tiba-tiba hilang. 

Rinjani berniat menelpon Ririn malam itu juga, tapi niatnya itupun diurungkannya saat dia melihat jam di layar handphonenya sudah menunjukkan waktunya orang-orang normal beristirahat. sambil terus memikirkan segala kemungkinan penyebab hilangnya senyum Ririn, Rinjanipun akhirnya tertidur.

@  @   @


Tidak ada komentar:

Posting Komentar