Sabtu, 07 Juni 2014

Aku Dengan Senyumanku Untukmu.

By: Reny

Kau hanya melihatku dikeegoisanku
Kau hanya melihatku dimarahku
Kau hanya melihatku dikelalaianku
Kau hanya melihatku diketidaksempurnaanku

Pernahkah kau melihatku disenyumku untukmu
Pernahkah kau melihatku ditawaku untukmu
Pernahkah kau melihatku dikepedulianku untukmu
Pernahkah kau melihatku dicandaku untukmu
Pernahkah kau melihatku ditangisku untukmu
Pernahkah kau melihatku dido'aku untukmu
Pernahkah kau melihatku disemua keadaanku untukmu

Aku mencintaimu, sungguh
Semua dari hatiku yang terdalam
Aku menyanyangimu, sungguh
Semua dari hatiku yang terdalam

Namun, aku juga hanyalah manusia biasa,
Saat selalu kau palingkan wajahmu dariku
Saat kau abaikan apapun dariku untukmu
Saat yang hanya kau lihat kelemahanku
Saat yang hanya kau lihat kebodohanku
Semuanya mungkin akan mengikis hati ini
Aku tak menginginkanya,
Namun aku terlalu lemah untuk terus bertahan
disisa akhir pertahanan hatiku
kumeminta padamu, lihatlah aku dengan senyumanku untukmu.

Senin, 02 Juni 2014

Aku Mengerti Aku

semua yang terjadi di usiaku yang sudah kepala dua ini benar-benar membuatku mengenal dunia ini sebenarnya apa, bagaimana dan rasanya apa? walaupun mungkin sesungguhnya belum sepenuhnya aku kenal, namun setidaknya semua yang kualami sejak aku menginjakkan kakiku di bangku kuliah, begitu banyak pelajaran yang aku dapatkan.

kesedihan, hura-hura, kesenangan, keegoisan, kemarahan, kehinaan, semangat, keterpurukan, kemalasan, kesederhanan, kemiskinan, kekayaan, persahabatan, kemunafikan, pertopengan, tawa, canda, takdir, kecewa, bahagia, syukur, ikhlas dn kesabaran. kenapa aku letakkan ikhlas dan kesabaran di akhir semua rasa yang sebenarnya masih banyak lagi, karena semuanya memang berakhir dengan kata tersebut "ikhlas dan sabar".

ikhlas dan sabar menjadi kata paling pokok dan paling penting yang telah aku pelajari. kedua kata inilah yang membuatku tahu apa sebenarnya dewasa itu. apa rasanya, bagaimana menjalaninya, kapan harus ada, di mana aku menempatkanya, siapa yang mengajarkannya, dan mengapa kedua kata itu begitu bermakna?

tak kupungkiri lagi, aku lebih merasa nyaman, saat aku tak tahu apa itu dewasa. karena saat aku mengenalnya, semuanya berubah rasa, tampak manis, ternyata pahit, tampak indah ternyata menyakitkan, tampak bahagia ternyata hanyalah keegoisan, tampak baik, ternyata kemunafikan.

tapi waktu terus berjalan, aku takkan pernah bisa lari dari kenyataan, bahwa aku haruslah dewasa dalam segala hal. dalam pandangan hidup, dalam berteman, dalam menentukan tujuan, pokoknya dalam segala hal. berat namun itulah kenyataan.

"rupa-rupa warna kehidupan ini, nikmati sajalah". nasehat kecil hatiku. karena setiap rintangan yang telah kita lalui, baru akan terasa indahnya saat kita mau menerimanya sebagai riak-riak kehidupan. masalah itu akan terasa ringan setelah kita lalui, kita akan sadar ternyata "tak seberapa berat kok masalahku yang lalu".

saat masalah datang, terlalu sering hati ini ingin menjerit sekuat-kuatnya, ingin sekali melambaikan tangan tanda menyerah, namun cobalah dengar kata hati kecilmu, kata hati kecilku sering berkata,

"nasibmu tinggal selangkah lagi kok, bertahanlah, atau kau akan menyesal saat kau menyerah dengan semua kedaan ini",

 "di luar sana, masih banyak yang ingin berjuang, namun tak ada kesempatan, jadi manfaatkanlah kesempatan yang ada, selagi kau masih mampu memilkinya"

memang berat, bahkan aku juga sering merasa, "akulah yang paling menderita, akulah yang paling banyak masalah, aku lah yang paling mendapatkan kehidupan yang tak adil"
semuanya..akulah...
saat ada rasa tersebut, cobalah melihat ke bawah, jangan kau dongakkan kepalamu, lihatlah di bawahmu, masih banyak mereka yang lebih jauh menderita dari dirimu. jauh lebih berada di zona yang tak nyaman sama sekali, namun mereka terus berjuang, terus melangkahkan kakinya, walau terseok-seok, namun mereka tetap optimis.

"kenapa aku tak bisa ?"

apa yang terjadi pada dirimu, hanya kau yang tahu, apa yang kau butuhkan hanya kau yang tahu. motivasi dari orang sekitar, hanya kau yang tau, mau menerimanya atau malah justru menjadi keterpurukanmu. semuanya hanya kau yang tau yang lain hanyalah penyokong sedanya saja.

jadi, kumantapkan hatiku, kukencangkan ikat kepalaku, kuatur langkahku, kufokuskan tujuanku, kutempatkan mataku untuk melihat ke atas atau kebawah, ke samping, ke depan atau ke belakang, pada waktu yang tepat. karena hanyalah aku yang tahu tentang siapa aku, apa yang aku butuhkan, bagaimana aku, kapan untukku, mengapa aku.

Kamis, 08 Mei 2014

Laki-laki Ilusi


Dia hadir dalam mimpiku
Merengkuh tubuhku
Mengusap pundakku
Menenangkan riak keegoisanku

Dia hadir menghapus airmataku
Memberi tawa di wajahku
Memberi senyuman di hatiku

Dia datang membawa setangkai mawar
Menyemainya menjadi berkembang, berkembang dan terus berkembang setiap harinya
Menggantikan yang telah layu dengan yang segar
Menggantikan yang mati dengan yang tumbuh

Dia hadir merengkuhku
Menuntunku
Mendampingiku
Ada di depanku
Ada di belakangku
Ada disampingku
Saat tawa
Saat tangis.

Senin, 28 April 2014

Bolehkah


By: Reny


Jika malam boleh gelap
Apakah hatiku boleh gelap ?
Aku hanya ingin waktuku sebentar
Sebentar saja, untuk sendiri
Berdiam di ruang kekuasaanku
Sebentar saja, untuk mengumpulkan semuanya
Mengumpulkan kekuatan kekuatanku yang sempat berjatuhan

Jika malam boleh sunyi
Apakah hatiku boleh menerima ketenangan ?
Aku hanya ingin waktuku sebentar
Sebentar saja, untuk sekedar melepas kelelahan
Kelelahan yang saat ini seolah tak pernah lelah mendatangiku
Sebentar saja, untuk sekedar hening dari kacau balaunya harapan hati ini

Jika malam boleh gelap
Jika malam boleh sunyi
Bukan aku tak ingin cahaya
Bukan aku tak ingin irama indah
Aku hanya ingin untuk sejenak berjalan di atas jalan tanpa batu, tanpa duri, tanpa lubang-lubang yang curam

Sebentar saja, bolehkah ?

Rabu, 15 Januari 2014

Sepenggal Episode Kehidupan

ada yang tahu hari ini tanggal berapa?

yups...15 Januari.
ada apa?

ya ada apa?

Terkadang dalam hidup ini banyak hal yang tidak terduga akan kita alami.
baik itu sesuatu yang menyenangkan atau sesuatu yang menyedihkan.
Semuanya adalah alur cerita kehidupan kita. tak mungkin dihindari dan percuma untuk menyesalinya.

Saat hal yang tak terduga itu adalah hal yang menyenangkan, kita akan bersuka cita.
bahagia, ada yang penuh rasa syukur ada pula yang lupa dengan rasa syukur.

Namun saat hal yang tak terduga itu adalah hal yang menyedihkan, kita aka berduka.
Sedih, memohon ampun kepada allah, meminta kekuatan, ingat akan ujian. Namun ada juga yang justru memaki yang ada, lupa akan kenikmatan yang lain, marah, menyalahkan semua orang, bahkan sang Pencipta.

Begitulah kenyataan yang ada, semoga saja kita bukanlah yang lupa, bukanlah yang memaki. Tapi kita adalah yang bersyukur dan yang bersabar.

Aamiin.

15 Januari 2011
awal dari semua perubahan itu.

Sabtu, 09 November 2013

Kamu Bidadariku

kamu
ya...kamu yang selalu ada di hatiku
takkan pernah lekang oleh waktu
walau kau pernah melukiskan luka di hati ini
namun kau jugalah pelukis terindah di hati ini
walau kita takkan bertemu lagi
tapi hati ini tetap terukir namamu

kamu
ya...kamu yang selalu kurindu
kamu yang selalu terselip dalam do'a panjangku
kamu yang mengalir bersama tetesan air mataku
kamu yang ada disetiap ingatanku

kamu
ya...kamu yang takkan terlupakan
kini semua memang berbeda
tapi rasa yang pernah ada tak pernah padam
bahkan kian berjalannya waktu
aku semakin menyuburkan rasa cinta itu

lewat sepertiga malamku
kusapa tentangmu
lewat alunan ayat suci
kusapa wajahmu

kamu
ya...kamu
bidadari dunia yang begitu cantik dengan rasa kasih tulusmu
bidadari dunia yang begitu anggun dengan kasih sayangmu

Sabtu, 28 September 2013

Surat Rahasiaku

Kau tahu???
aku suka kau yang seperti saat ini. Rasanya, kau benar-benar seperti sahabatku. Beban rasa bersalahku terhadapmu atas rasa yang pernah kau punyai untukku, kini terasa jauh lebih ringan dan nyaman.

Entah kau masih mempunyainya atau tidak, tapi mendengar penuturanmu malam ini, membuatku benar-benar jauh merasa lebih lega.

Aku selalu berharap, rasa seperti inilah yang ingin aku rasakan terhadapmu. Kau sadar ataupun tidak, rasa suka yang pernah kau ungkapkan kepadaku, membuatku benar-benar merasa berat. karena aku tahu, akupun bersalah telah memberikan ruang agar kau menyukai sosokku yang begitu kerdil ini.

Tapi malam ini, kau telah begitu membantu hatiku untuk merasakan rasa persahabatn yang benar-benar aku inginkan. Inilah yang selama ini aku impikan.

Akhirnya kaupun menyadari apa yang selama ini yang ingin aku coba isyaratkan kepadamu. Sebenarnya kau tak sepenuhnya bersalah, akupun ikut bersalah karena membuatmu dan memberikan peluang untukmu agar melakukan kesalahan itu.

Terima kasih, Allah masih menyanyngiku dan dirimu.
Semoga kita selalu dapat bersahabat.

Sahabatku.