Huh! Lagi-lagi masih
sepi.
Pagi ini seperti
hari-hari lainnya, akulah yang pertama menghirup udara segar di kampus. Kampusku
dikelilingi banyak pohon jadi saat kau berada di sini di pagi hari kau akan
benar-benar bisa merasakn udara yang begitu menyegarkan, udara yang jauh dari
kata polusi. Di sepanjang jalan menuju setip gedung-gedung fakultas kau akan
banyak menemui pohon-pohon besar yang usianya sekitar 60 tahun keatas maklum
universitasku ini termasuk universitas yang tertua se-Indonesia.
Aku menuju laboratorium fisika, sesuai dengan jadwal kuliah pagi ini, yaitu praktikum kimia dasar. Saat
masuk lab, aroma bahan-bahan kimia langsung menyambutku. Sambil menunggu teman
yang lain aku cek ulang semua perlengkapan untuk praktikum hari ini termasuk
laporan yang akan dikumpul, laporan yang setiap malam senin sukses membuat jari-jari
mahasiswa MIPA Fisika menjadi kapalan.
Aku baca-baca sedikit dasar teori dan petunjuk-petunjuk untuk praktikum hari
ini, karena biasanya kami akan disambut dengan beberap soal kuis sebelum
melakukan praktikum.
Satu per satu mahasiswa
lainnya datang dan tidak lama kemudian keadaan lab menjadi pasar pagi atau
mungkin lebih ramai lagi, dari penjuru sudut ruangan semuanya sibuk dengan
laporan yang akan dikumpul, dan biasanya laporanku adalah sasaran empuk mereka.
“ coyy..gue belum nomor tiga, ada
yang bisa membantuuu..” teriak Rian membahana di ruang lab semakin membuat
ricuh suasana lab.
“ gue udah,” sahut yang lain.
“ liatt..” lagi-lagi pakai acara teriak-teriak.
“ nih” di jawab dengan teriakan juga, benar-benar tidak menggambarkan
umur semua kelakuan mereka, serasa anak SMA.
“Ris, berapa analisis
data lo?” Siska yang baru saja datang
dan masih sibuk mengatur nafasnya langsung lari menuju ke arah mejaku,
“allhamdulilah ya, persen
kesalahan praktikum ma teori gue
sedikit bedanya,”
“wahh...punya gue bedanya
jauh banget, liat dong.” Wajahnya
benar-benar kacau.
“ tuh lagi dipinjem ma Dion,” Siska buru-buru menuju ke meja Dion, lagi-lagi
pakai acara lari-lari kayak jaraknya dari satu desa ke desa seberang saja.
“liat dong,” ujarnya dengan nafas tersengal-sengal pada Dion.
“iya...iya bentar lagi selesai nih,”
“ buruan dong,”
Itulah sedikit gambaran
tentang pagi ini, oh ya pekernalkan namaku Riska, aku anak terakhir dari lima
bersaudara, sekarang aku sedang mengenyam pendidikan di Universitas yang
terfavorit se Indonesia, sedikit berbanggalah. Jurusan yang aku ambil adalah jurusan
yang orang bilang, “ lo suruh gue
lari keliling monas aja deh,”. Atau “
lo suruh gue tidur aja
deh.” Hemm...kalo yang pilihan
kedua sih, semua orang juga mau kali ya. Tapi itulah sedikit gambaran tentang
jurusan yang aku pilih dimata orang-orang. Puyeng,
muter-muter, jingkrak-jingkrak,
jungkir balik dan seabrek kata galau lainnya. FISIKA. Itulah jurusan
yang aku ambil. Fisika itu mudah kok, yakinlah. #sedikit memaksa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar