Selasa, 26 Maret 2013

Cinta Kebetulan (1)


Huh! Lagi-lagi masih sepi.
Pagi ini seperti hari-hari lainnya, akulah yang pertama menghirup udara segar di kampus. Kampusku dikelilingi banyak pohon jadi saat kau berada di sini di pagi hari kau akan benar-benar bisa merasakn udara yang begitu menyegarkan, udara yang jauh dari kata polusi. Di sepanjang jalan menuju setip gedung-gedung fakultas kau akan banyak menemui pohon-pohon besar yang usianya sekitar 60 tahun keatas maklum universitasku ini termasuk universitas yang tertua se-Indonesia.
Aku menuju laboratorium fisika, sesuai dengan jadwal kuliah pagi ini, yaitu praktikum kimia dasar. Saat masuk lab, aroma bahan-bahan kimia langsung menyambutku. Sambil menunggu teman yang lain aku cek ulang semua perlengkapan untuk praktikum hari ini termasuk laporan yang akan dikumpul, laporan yang setiap malam senin sukses membuat jari-jari mahasiswa MIPA Fisika menjadi kapalan. Aku baca-baca sedikit dasar teori dan petunjuk-petunjuk untuk praktikum hari ini, karena biasanya kami akan disambut dengan beberap soal kuis sebelum melakukan praktikum.
Satu per satu mahasiswa lainnya datang dan tidak lama kemudian keadaan lab menjadi pasar pagi atau mungkin lebih ramai lagi, dari penjuru sudut ruangan semuanya sibuk dengan laporan yang akan dikumpul, dan biasanya laporanku adalah sasaran empuk mereka. “ coyy..gue belum nomor tiga, ada yang bisa membantuuu..” teriak Rian membahana di ruang lab semakin membuat ricuh suasana lab.
gue udah,” sahut yang lain.
liatt..” lagi-lagi pakai acara teriak-teriak.
nih” di jawab dengan teriakan juga, benar-benar tidak menggambarkan umur semua kelakuan mereka, serasa anak SMA.
“Ris, berapa analisis data lo?” Siska yang baru saja datang dan masih sibuk mengatur nafasnya langsung lari menuju ke arah mejaku,
“allhamdulilah ya, persen kesalahan praktikum ma teori gue sedikit bedanya,”
“wahh...punya gue bedanya jauh banget, liat dong.” Wajahnya benar-benar kacau.
tuh lagi dipinjem ma Dion,” Siska buru-buru menuju ke meja Dion, lagi-lagi pakai acara lari-lari kayak jaraknya dari satu desa ke desa seberang saja.
liat dong,” ujarnya dengan nafas tersengal-sengal pada Dion.
“iya...iya bentar lagi selesai nih,”
buruan dong,”
Itulah sedikit gambaran tentang pagi ini, oh ya pekernalkan namaku Riska, aku anak terakhir dari lima bersaudara, sekarang aku sedang mengenyam pendidikan di Universitas yang terfavorit se Indonesia, sedikit berbanggalah. Jurusan yang aku ambil adalah jurusan yang orang bilang, “ lo suruh gue lari keliling monas aja deh,”. Atau “ lo suruh gue  tidur aja deh.Hemm...kalo yang pilihan kedua sih, semua orang juga mau kali ya. Tapi itulah sedikit gambaran tentang jurusan yang aku pilih dimata orang-orang. Puyeng, muter-muter, jingkrak-jingkrak, jungkir balik dan seabrek kata galau lainnya. FISIKA. Itulah jurusan yang aku ambil. Fisika itu mudah kok, yakinlah. #sedikit memaksa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar