Sayangnya komunikasi di antara mereka tak berangsung lebih lama, Tika memutuskana untuk menjauhi Dhani agar dia tetap dapat menjaga rasa cintanya.Walau sesungguhnya dia tetap ingin menjaga kebersamaan semu itu, tapi prinsip yang telah ia pegang membuatnya harus memutuskan hubungan tersebut.
Entah apa yang menyebabkannya, kembali setelah komunikasi yang terjalin diputuskan oleh Tika, Dhani menghubungi Tika lagi, tetap berusaha mendekatinya dengan berbagai cara apapun. Tika yang memang mulai menyukai Dhani tidak mampu menolaknya, atau sekedar mengacuhkanya, hingga kembali mereka "bersama".
Hari-hari terus berlalu, mereka sama-sama mulai nyaman dengan keadaan itu. Tika tidak memungkiri, Dia juga sebenarnya mulai goyah dengan perasaannya. Dhani telah berhasil membawa namanya masuk ke dalam hati Tika. Namun sayangnya lagi-lagi Tika tetap berusaha memungkiri apa yang ada di hatinya dan apa yang dirasakannya. Untuk sekian kalinya, Tika kembali menghindari Dhani, menghilang agar Dhani pun dapat melupakannya. Karena Tika sadar keadaan yang tercipta di antara mereka bukanlah hal yang baik untuk dilanjutkan. Mereka belum saatnya untuk merasakan keadaan tersebut.
Dunia Dhani bukanlah dunia yang tidak di kelilingi oleh mereka yang mempunyai apa saja yang Dhani inginkan. tapi entah apa yang Dhani cari, dia hanya mencintai Tika yang hanya terlahir sebagai wanita biasa-biasa saja.
Saat Tika mendengar istilah tentang "kesempatan" itu, dia kembali mengingat-ingat apa yang telah ia alami dengan Dhani, sudah beberapa kali mereka putus dalam komunikasi yang memang Tika lakukan, tapi untuk keberapa kalinya juga, Dhani terus berusaha menyambungkan lagi komunikasi di antara mereka. Inikah yanng dinamakan kesempatan itu, kesempatan yang akan terus timbul atau akan terus datang sampai aku menyadarinya dan mengambil kesempatan itu, atau semuanya hanya kebetulan saja. Hanya sebagai warna-warni kehidupannya. Tika mulai goyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar