Selasa, 26 Maret 2013

Pangeran Khayalanku (3)


Sebulan kemudian
Setelah satu bulan berlalu dari kejadian tragedi MOSku yang paling memalukan itu. Ternyata rasa yang telah membuat terik matahari terasa di kutub utara tidak berubah hingga kini. Saat aku tanpa sengaja bertmu denganya, dilorong kelas, di perpustakan, di kantin atau di gerbang sekolah, jantungku pasti akan bergenderang dengan ramainya. Tapi aku tidak pernah berani lagi menatapnya setelah kejadian itu. Karena walau aku tak melihat kearahnyaa, fellingku mengatakan dia pasti sedang senyum-senyum menahan tawanya. Apalagi dia selalu bersama teman-temanya yang tidak pernah melewatka sedikitpun kesempatan untuk menggodaku tentang kejadian sebulan yang lalu.
Entahlah..aku memang begitu membencinya apalagi saat kejadian aku yang keceplosan  itu, saat itu dia langsung mempermainkanku dan menjadikanku bulanan tawanya anak-anak yang lain. Karena aku juga tidak terlau mengerti apa yang menyebabkan aku tidak dapat membencinya. Jadi kusebut saja ini CINTA, cinta pertamaku. Tragis dan sangat memalukan.
Kini aku hanya dapt mengaguminya dari jauh, sekedar melihatnya saja membuatku sangat senang. Karena aku tahu dan sadar diri, dia bukanlah orang yang akan dapat menerimaku disisinya dengan semua yang ia punya. Karena dia punya semuanya dan aku tak punya semuanya. Akhir-akhir inipun aku berusaha menghindarinya selain menghindari teman-teman segengnya yang hobi banget menggodaku tentang kejadian waktu itu, aku juga tidak ingin terlalu dalam mencintainya,. Kata temanku semakin aku sering menemuinya maka aku akan semakin dalam mencintainya dan akan terjatuh dengan rasa sakit yang amat sangat. Demi menghindari rasa sakit yang aku juga tidak tahu seberapa sakitnya, tapi aku turuti saja nasehat temanku yang tumben sekali menjadi orang bijak.
Ternyata pangeran khayalanku akan tetap berujung dalam khayalan. Cinta pertamaku, lucu, memalukan sekaligus tragis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar