Sebulan kemudian
Setelah satu bulan berlalu dari kejadian
tragedi MOSku yang paling memalukan itu. Ternyata rasa yang telah membuat terik
matahari terasa di kutub utara tidak berubah hingga kini. Saat aku tanpa
sengaja bertmu denganya, dilorong kelas, di perpustakan, di kantin atau di
gerbang sekolah, jantungku pasti akan bergenderang dengan ramainya. Tapi aku
tidak pernah berani lagi menatapnya setelah kejadian itu. Karena walau aku tak
melihat kearahnyaa, fellingku mengatakan dia pasti sedang senyum-senyum menahan
tawanya. Apalagi dia selalu bersama teman-temanya yang tidak pernah melewatka
sedikitpun kesempatan untuk menggodaku tentang kejadian sebulan yang lalu.
Entahlah..aku memang begitu membencinya
apalagi saat kejadian aku yang keceplosan
itu, saat itu dia langsung
mempermainkanku dan menjadikanku bulanan tawanya anak-anak yang lain. Karena
aku juga tidak terlau mengerti apa yang menyebabkan aku tidak dapat membencinya.
Jadi kusebut saja ini CINTA, cinta pertamaku. Tragis dan sangat memalukan.
Kini aku hanya dapt mengaguminya dari
jauh, sekedar melihatnya saja membuatku sangat senang. Karena aku tahu dan
sadar diri, dia bukanlah orang yang akan dapat menerimaku disisinya dengan
semua yang ia punya. Karena dia punya semuanya dan aku tak punya semuanya.
Akhir-akhir inipun aku berusaha menghindarinya selain menghindari teman-teman
segengnya yang hobi banget menggodaku
tentang kejadian waktu itu, aku juga tidak ingin terlalu dalam mencintainya,.
Kata temanku semakin aku sering menemuinya maka aku akan semakin dalam
mencintainya dan akan terjatuh dengan rasa sakit yang amat sangat. Demi
menghindari rasa sakit yang aku juga tidak tahu seberapa sakitnya, tapi aku
turuti saja nasehat temanku yang tumben sekali menjadi orang bijak.
Ternyata pangeran khayalanku akan tetap
berujung dalam khayalan. Cinta pertamaku, lucu, memalukan sekaligus tragis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar