Suasana hening menantikan jawaban dari bibir mugil Tika.
"pemilik tulang rusuk ini, memang takkan pernah tertukar,"
jawaban dari Tika langsung disambut meriahnya tepukan tangan dan senyum kelegaan dari semua seyum bahagia dari semua tamu yang hadir. Sebuah momen yang sangat langka terjadi.
Dhani langsung memeluk Tika, tapi secara refleks tangan Tika bergerak "eits...belum akad lho?"
"hahahaha"lagi-lagi ruangan resepsi pernikahan itu menjadi riuh.
Dhani hanya tersenyum malu, sambil garuk-garuk kepala. terlihat begitu berbinarnya cahaya dimatanya.
"ok, kita langsung akad di sini saja." ujar Dhani
Tika bengong mendengarnya,
Tika bengong mendengarnya,
"tapi, pakaianku?"
"tenang, semua telah aku persiapkan untukmu," jawab Dhani tersenyum bangga dan bahagia.
Tika dibawa oleh beberapa wanita berkebaya yang seragam kesebuah kamar yang di sana telah siap beberapa kostum pengantin wanita dan kesemuanya adalah kostum pengantin yang pernah dia rancang sendiri, dengan maksud akan digunakannya saat akad nikah dan resepsi pernikahannya suatu saat nanti dan ternyata semuanya telah terwujud. Tika tak henti-hentinya bersyukur dengan semua yang baru saja di lalui dan dia alami sampai sekarang. Allah maha punya rencana yang begitu indah untuknya.
Tidak butuh waktu yang lama, karena Tika memang tidak begitu menyukai sesuatu yang ribet, jadi semuanya memang serba simple dan minimalis, seperti penampilan natural dia biasanya. Tapi hal tersebut tidak membuat orang melihatnya tampak biasa saja. Saat Tika mulai dituntun ke ruang tempat akad nikah akan berlangsung, orang yang melihatnya, seperti melihat sosok lain dari Tika, sosok bidadari yang begitu cantik tanpa polesan make up tebal, tapi begitu mempesona karena begitu naturalnya kecantikan yang ada pada Tika.
Dhanipun hampir tidak dapat mengedipkan matanya lagi, hingga teman di sampingnya yang menyenggolnya agar dia kembali ke alam sadar. Dhani hanya tersenyum malu, melihat orang di sekitarnya tertawa dengan kelakuannya.
"pantas aja lo nggak mau melepaskan dia buat gue, mata lo beneran tau mana barang bagus," bisik sobat Dhani yang ada disampingnya
" yee..kamu kira Tika gue, sebuah barang. enak aja"
"cielah..yg mau ijab kabul pakek acara bilang Tika gue segala...hahaha"
Dhani hanya mencibir sekilas ke ara temannya.
"cielah..yg mau ijab kabul pakek acara bilang Tika gue segala...hahaha"
Dhani hanya mencibir sekilas ke ara temannya.
tak lama kemudian ijab kabulpun terucap antara kedua mempelai.
"nah..udah boleh tuh nyongsor ke Tika, buakn tadi, maen nyongsor aja" ledek teman Dhani saat ijab kabulnya selesai.
hahahaha
semua tamu undangan tanpa terkecuali, tertaw begitu riuhnya mendengar gurauan teman Dhani.
Dua insan yang saling mencintai dalam diam, saling menjaga dalam diam, saling memantaskan diri dalam diam. Akhirnya bersatu dalam ikatan suci yang Allah ridhoi, seperti yang mereka inginkan selama ini.
Tulang rusuk dan pemiliknya memang tidak akan pernah tertukar.
di luar sana, ada seseorang yang juga menangis dalam diam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar